This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Desember 2011
Senin, 14 November 2011
Elektrokimia
Kata Kunci: deret elektrokimia , elektroda hidrogen, elektrokimia, potensial reduksi standar, Reaksi Redoks
Ditulis oleh Taro Saito pada 18-10-2009
Keadaan standar didefinisikan sebagai keadaan pada 25o C (298.15 K), pada keaktifan satu untuk semua zat dalam sel elektrokimia pada sel dengan arus nol pada tekanan 1 bar (105 Pa). Untuk reaksi yang melibatkan ion H+, keadaan standar adalah pH = 0 (sekitar konsentrasi asam 1 molar).Dalam kasus elektrode hidrogen digunakan sebagai potensial elektrode standar, gas hidrogen 1 atm (aH2 = 1) dikontakkan perlahan dengan elektroda platinum-hitam yang dibenamkan dalam larutan asam kuat dengan keaktifan, aH+ = 1. Potentialnya diungkapkan sebagai:
Reaksi redoks terjadi hanya bila pasangan redoks ada dan reaktannya dapat berupa oksidator atau reduktor bergantung pasangan reaksinya. Kemampuan relatif redoksnya dapat diungkapkan secara numerik dengan memberikan potensial reduksi setengah reaksinya, E0 (Tabel 3.1). Perubahan energi bebas reaksi berhubungan dengan E0,
Bila E0 reaksi redoks positif, ∆G0 bernilai negatif dan reaksi berlangsung spontan. Akibatnya selain menggunakan perubahan energi bebas potensial reduksi juga dapat digunakan untuk menentukan kespontanan reaksi. Semakin besar potensial reduksi semakin kuat kemampuan oksidasinya. Nilai positif atau negatif berdasarkan nilai potensial reduksi proton adalah 0, dan harus dipahami bahwa nilai positif tidak harus berarti mengoksidasi, dan nilai negatif bukan berarti mereduksi. Deretan yang disusun berdasarkan kekuatan redoks disebut deret elektrokimia.
Minggu, 13 November 2011
Redoks
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia.Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.
Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:
- Reduksi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion
- Oksidasi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.
Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (formal charge) dikenal sebagai reaksi metatesis.
Daftar isi |
[sunting] Oksidator dan reduktor
Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen oksidasi. Oksidator melepaskan elektron dari senyawa lain, sehingga dirinya sendiri tereduksi. Oleh karena ia "menerima" elektron, ia juga disebut sebagai penerima elektron. Oksidator bisanya adalah senyawa-senyawa yang memiliki unsur-unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi (seperti H2O2, MnO4−, CrO3, Cr2O72−, OsO4) atau senyawa-senyawa yang sangat elektronegatif, sehingga dapat mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa (misalnya oksigen, fluorin, klorin, dan bromin).Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai reduktor atau agen reduksi. Reduktor melepaskan elektronnya ke senyawa lain, sehingga ia sendiri teroksidasi. Oleh karena ia "mendonorkan" elektronnya, ia juga disebut sebagai penderma elektron. Senyawa-senyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. Unsur-unsur logam seperti Li, Na, Mg, Fe, Zn, dan Al dapat digunakan sebagai reduktor. Logam-logam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. Reduktor jenus lainnya adalah reagen transfer hidrida, misalnya NaBH4 dan LiAlH4), reagen-reagen ini digunakan dengan luas dalam kimia organik[1][2], terutama dalam reduksi senyawa-senyawa karbonil menjadi alkohol. Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen (H2) dengan katalis paladium, platinum, atau nikel, Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua ata tiga karbon-karbon.
Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah, reduktor mentransfer elektronnya ke oksidator. Sehingga dalam reaksi, reduktor melepaskan elektron dan teroksidasi, dan oksidator mendapatkan elektron dan tereduksi. Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut sebagai pasangan redoks.
Contoh reaksi redoks
Salah satu contoh reaksi redoks adalah antara hidrogen dan fluorin:Unsur-unsur, bahkan dalam bentuk molekul, sering kali memiliki bilangan oksidasi nol. Pada reaksi di atas, hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1, sedangkan fluorin tereduksi dari bilangan oksidasi 0 menjadi -1.
Ketika reaksi oksidasi dan reduksi digabungkan, elektron-elektron yang terlibat akan saling mengurangi:
Reaksi penggantian
Redoks terjadi pada reaksi penggantian tunggal atau reaksi substitusi. Komponen redoks dalam tipe reaksi ini ada pada perubahan keadaan oksidasi (muatan) pada atom-atom tertentu, dan bukanlah pada pergantian atom dalam senyawa.Sebagai contoh, reaksi antara larutan besi dan tembaga(II) sulfat:
Contoh-contoh lainnya
- Besi(II) teroksidasi menjadi besi(III)
- hidrogen peroksida tereduksi menjadi hidroksida dengan keberadaan sebuah asam:
- H2O2 + 2 e− → 2 OH−
- 2Fe2+ + H2O2 + 2H+ → 2Fe3+ + 2H2O
- denitrifikasi, nitrat tereduksi menjadi nitrogen dengan keberadaan asam:
- 2NO3− + 10e− + 12 H+ → N2 + 6H2O
- Besi akan teroksidasi menjadi besi(III) oksida dan oksigen akan tereduksi membentuk besi(III) oksida (umumnya dikenal sebagai perkaratan):
- 4Fe + 3O2 → 2 Fe2O3
- Pembakaran hidrokarbon, contohnya pada mesin pembakaran dalam, menghasilkan air, karbon dioksida, sebagian kecil karbon monoksida, dan energi panas. Oksidasi penuh bahan-bahan yang mengandung karbon akan menghasilkan karbon dioksida.
- Dalam kimia organik, oksidasi seselangkah (stepwise oxidation) hidrokarbon menghasilkan air, dan berturut-turut alkohol, aldehida atau keton, asam karboksilat, dan kemudian peroksida.
Reaksi redoks dalam industri
Proses utama pereduksi bijih logam untuk menghasilkan logam didiskusikan dalam artikel peleburan.Oksidasi digunakan dalam berbagai industri seperti pada produksi produk-produk pembersih.
Reaksi redoks juga merupakan dasar dari sel elektrokimia.
Reaksi redoks dalam biologi
Atas: asam askorbat (bentuk tereduksi Vitamin C)
Bawah: asam dehidroaskorbat (bentuk teroksidasi Vitamin C)
Bawah: asam dehidroaskorbat (bentuk teroksidasi Vitamin C)
Pernapasan sel, contohnya, adalah oksidasi glukosa (C6H12O6) menjadi CO2 dan reduksi oksigen menjadi air. Persamaan ringkas dari pernapasan sel adalah:
- C6H12O6 + 6 O2 → 6 CO2 + 6 H2O
- Proses pernapasan sel juga sangat bergantung pada reduksi NAD+ menjadi NADH dan reaksi baliknya (oksidasi NADH menjadu NAD+). Fotosintesis secara esensial merupakan kebalikan dari reaksi redoks pada pernapasan sel:
- 6 CO2 + 6 H2O + light energy → C6H12O6 + 6 O2
Istilah keadaan redoks juga sering digunakan untuk menjelaskan keseimbangan antara NAD+/NADH dengan NADP+/NADPH dalam sistem biologi seperti pada sel dan organ. Keadaan redoksi direfleksikan pada keseimbangan beberapa set metabolit (misalnya laktat dan piruvat, beta-hidroksibutirat dan asetoasetat) yang antarubahannya sangat bergantung pada rasio ini. Keadaan redoks yang tidak normal akan berakibat buruk, seperti hipoksia, guncangan (shock), dan sepsis.
Siklus redoks
Berbagai macam senyawa aromatik direduksi oleh enzim untuk membentuk senyawa radikal bebas. Secara umum, penderma elektronnya adalah berbagai jenis flavoenzim dan koenzim-koenzimnya. Seketika terbentuk, radikal-radikal bebas anion ini akan mereduksi oskigen menjadi superoksida. Reaksi bersihnya adalah oksidasi koenzim flavoenzim dan reduksi oksigen menjadi superoksida. Tingkah laku katalitik ini dijelaskan sebagai siklus redoks.Contoh molekul-molekul yang menginduksi siklus redoks adalah herbisida parakuat, dan viologen dan kuinon lainnya seperti menadion. [3]PDF (2.76 MiB)
Menyeimbangkan reaksi redoks
Untuk menuliskan keseluruhan reaksi elektrokimia sebuah proses redoks, diperlukan penyeimbangan komponen-komponen dalam reaksi setengah. Untuk reaksi dalam larutan, hal ini umumnya melibatkan penambahan ion H+, ion OH-, H2O, dan elektron untuk menutupi perubahan oksidasi.Media asam
Pada media asam, ion H+ dan air ditambahkan pada reaksi setengah untuk menyeimbangkan keseluruhan reaksi. Sebagai contoh, ketika mangan(II) bereaksi dengan natrium bismutat:Media basa
Pada media basa, ion OH- dan air ditambahkan ke reaksi setengah untuk menyeimbangkan keseluruhan reaksi.Sebagai contoh, reaksi antara kalium permanganat dan natrium sulfit:Lihat pula
- Reduksi organik
- Hidrogenasi
- Proses Bessemer
- Bioremediasi
- Siklus Calvin
- Siklus asam sitrat
- Sel elektrokimia
- Elektrokimia
- Sel galvani
- Potensial membran
- Adisi oksidatif dan eliminasi reduktif
- Reduktor
- Reaksi termik
- Oksidasi parsial
- Potensial reduksi
Referensi
- ^ Hudlický, Miloš (4 November 1996). Reductions in Organic Chemistry. Washington, D.C.: American Chemical Society. hlm. 429. ISBN 0-8412-3344-6.
- ^ Hudlický, Miloš (4 November 1990). Oxidations in Organic Chemistry. Washington, D.C.: American Chemical Society. hlm. 456. ISBN 0-8412-1780-7.
- ^ "gutier.doc". Diakses pada 30 Juni 2008.
Sabtu, 12 November 2011
Soal Sifat Koligatif Larutan
1. Tentukan kemolalan larutan yang dibuat dengan melarutkan 3,6 gram glukosa (C6H12O6) dalam 50 gram air. ( Ar C = 12; Ar O = 16; Ar H = 1 )……
a. 0,3 m
b. 0,4 m
c. 0,5 m
d. 0,6 m
e. 0,7 m
2. Berapa gram urea ( CO(NH2)2 ) yang harus dilarutkan ke dalam 200 ml air ( ρ air = 1 g/ml ) agar kemolalan larutannya 0,2 m. ( Ar C = 12; Ar O = 16; Ar N = 23; Ar H = 1 )……
a. 0,8 gram
b. 1,2 gram
c. 1,8 gram
d. 2,4 gram
e. 3,6 gram
3. Tentukan fraksi mol 30 gram asam cuka ( CH3COOH ) yang dilarutkan ke dalam 180 ml air. ( Ar C = 12; Ar O = 16; Ar H = 1 )……
a. 0,25/5,25
b. 0,25/10,25
c. 0,5/5,5
d. 0,5/10,5
e. 0,75/5,75
4. Fraksi mol zat terlarut dalam larutan yang mengandung 10% massa NaOH ( Ar Na = 23; Ar O = 16; Ar H = 1 ) adalah……
a. 4,8 x 10-2
b. 5,2 x 10-2
c. 5,6 x 10-2
d. 6,0 x 10-2
e. 6,4 x 10-2
5. Fraksi mol fruktosa dalam air adalah 0,2. Tekanan uap air murni pada temperatur 250C adalah 76 cmHg, maka tekanan uap jenuh larutan pada temperatur tersebut adalah……
a. 58,8 cmHg
b. 60,8 cmHg
c. 62,8 cmHg
d. 64,8 cmHg
e. 66,8 cmHg
6. Tekanan uap jenuh air pada suhu 180C adalah 750 mmHg. Jika ke dalam 0,8 mol air ( Mr = 18 ) dilarutkan 0,2 mol urea ( Mr = 60 ) maka penurunan tekanan uap jenuh larutan pada temperatur yang sama adalah…….
a. 150 mmHg
b. 300 mmHg
c. 450 mmHg
d. 600 mmHg
e. 700 mmHg
7. Tekanan uap jenuh air murni pada suhu dan tekanan tertentu adalah 73 cmHg. Tentukan tekanan uap jenuh larutan yang dibuat dengan melarutkan 18 gram glukosa(C6H12O6)ke dalam 180 ml air pada suhu dan tekanan tersebut. ( Ar C = 12; Ar O = 16; Ar H = 1 )…...
a. 0,73 cmHg
b. 7,30 cmHg
c. 72,27 cmHg
d. 65,70 cmHg
e. 73,00 cmHg
8. Tentukan titik didih 0,2 m larutan gula ( Kb air = 0,520C ) ……
a. 100,5200C
b. 100,7800C
c. 100,1040C
d. 101,3200C
e. 101,520C
9. Ke dalam 200 gram benzena, dilarutkan 6,4 gram C10H8 ( Mr = 128 ). Jika diketahui Kb benzena = 2,520C maka kenaikan titik didih larutan tersebut adalah…..
a. 0,250C
b. 0,630C
c. 0,870C
d. 100,250C
e. 100,630C
10. Urea( CO(NH2)2 )yang massanya 30 gram dilarutkan dalam 500 gram air ( Kf air = 1,860C ). Titik beku larutan tersebut adalah……
a. -0,0930C
b. -1,860C
c. 00C
d. 0,0930C
e. 1,860C
11. Ke dalam 600 gram air dilarutkan 27 gram senyawa nonelektrolit. Larutan itu mendidih pada temperatur 100,130C. jika kenaikan titik didih molal air 0,520C maka massa molekul relatif senyawa tersebut adalah……
a. 60
b. 90
c. 120
d. 150
e. 180
12. Berapa gram senyawa nonelektrolit ( Mr = 60 ) harus dilarutkan dalam 400 ml air agar membeku pada temperatur -0,3720C. ( Kf air = 1,860C )……
a. 2,4 gram
b. 3,6 gram
c. 4,8 gram
d. 6,0 gram
e. 7,2 gram
13. Larutan 0,08 mol belerang dalam 400 gram asam asetat mempunyai kenaikan titik didih 0,620C. harga tetapan kenaikan titik didih molal asam asetat sama dengan……
a. 0,520C
b. 1,860C
c. 2,520C
d. 3,100C
e. 5,200C
14. Tekanan osmotik suatu larutan yang mengandung 1,71 gram zat organik ( Mr = 342 ) dalam 300 ml larutan ( R = 0,082 ) pada temperatur 270C adalah……
a. 0,41 atm
b. 0,51 atm
c. 0,61 atm
d. 0,71 atm
e. 0,81 atm
15. Tekanan osmotik 1,5 gram zat A ( nonelektrolit ) dalam 500 ml larutan pada temperatur 270C adalah 1,23 atm. Massa molekul relatif zat A adalah……
a. 60
b. 90
c. 120
d. 150
e. 180
16. Manakah zat di bawah ini dengan konsentrasi yang sama mempunyai tekanan osmotik paling besar……
a. (NH4)2SO4
b. CO(NH2)2
c. CH3COOH
d. C2H5OH
e. NaCl
17. Diantara larutan di bawah ini yang titik bekunya paling tinggi adalah…..
a. Na2CO3 0,3 m
b. HCl 0,4 m
c. C6H12O6 0,8 m
d. Mg(NO3)2 0,4 m
e. CuSO4 0,3 m
18. Pada temperatur 270C ke dalam air dilarutkan 1,85 gram Ca(OH)2 sampai volume larutan menjadi 200 ml ( Ar Ca = 40; Ar O = 16; Ar H = 1 ). Tekanan osmotik larutan itu sama dengan..….
a. 12,625 atm
b. 9,225 atm
c. 6,875 atm
d. 3,075 atm
e. 2,250 atm
19. Supaya larutan mendidih pada temperatur 1020C maka massa NaCl yang harus dilarutkan ke dalam 100 ml air ( Ar Na = 23; Ar Cl = 35,5; Kb air = 0,520C ) adalah……
a. 5,63 gram
b. 11,25 gram
c. 16,25 gram
d. 22,50 gram
e. 45 gram
20. Tentukan tekanan uap jenuh larutan 14,8 gram Ca(OH)2 dalam 450 gram air jika tekanan uap jenuh air 75,6 cmHg…..
a. 73,6 cmHg
b. 73,8 cmHg
c. 74,2 cmHg
d. 74,6 cmHg
e. 74,8 cmHg
21. Berapa gram KI ( Mr KI = 166 ) yang harus dilarutkan ke dalam 100 ml air agar mendidih pada suhu 1010C ( derajad ionisasi KI = 0,6; Kb air = 0,520C)……
a. 10,45 gram
b. 15,75 gram
c. 19,95 gram
d. 24,25 gram
e. 27,85 gram
22. Larutan 3,81 gram FeCl2 dalam 200 ml air terionisasi 80% ( Kf air = 1,860C; Mr FeCl2= 127 ) maka larutan tersebut membeku pada suhu……
a. -0,2790C
b. -0,7250C
c. -0,8370C
d. 0,8370C
e. 0,7250C
23. Larutan alkohol ( C2H5OH ) dengan konsentrasi 0,6 M isotonik dengan larutan……
a. NaCl 0,2 M
b. CO(NH2)2 0,5 M
c. Al2(SO4)3 0,2 M
d. MgCl2 0,2 M
e. C3H8 0,4 M
24. Larutan 6,84 gram suatu basa bervalensi dua dalam 400 gram air membeku pada temperatur -0,4810C. jika diketahui derajad ionisasi basa tersebut 0,8 dan Kf air 1,850C hitunglah massa atom relatifnya……
a. 60
b. 74
c. 98
d. 171
e. 180
25. Larutan 1 m HBr dalam air membeku pada suhu -3,370C. jika diketahui kf air = 1,860C maka derajad ionisasi HBr adalah……
a. 0,5
b. 0,6
c. 0,7
d. 0,8
e. 0,9
kunci jawaban :
1. B
2. D
3. D
4. A
5. B
6. A
7. C
8. C
9. B
10. B
11. E
12. C
13. D
14. A
15. A
16. A
17. E
18. B
19. B
20. B
21. C
22. B
23. D
24. D
25. D













